Wah…gw bangun telat lagi….:(. Maklum hari sabtu, khan libur. Tapi hari ini khan saya harus pergi ke kampung. Sudah 1,5 bulan saya tak ke kampung. Sudah rindu rasanya menikmati perjalanan sendirian, berbaur dengan orang-orang yang akan kutemui di perjalanan. Seperti biasa, saya langsung mandi, trus cuci pakaian (yang saya rendam kemaren pagi, hehe).
Selanjutnya saya pergi mencari angkutan yang akan membawa saya ke sebuah kampung di "pusat super Volcano", Pusuk Buhit. Hari sudah menjukkan pukul 12.00 namun saya belum memperoleh angkutan, perut sudah nagih minta di isi. Akhirnya saya makan dulu, makananya gak terlalu enak. Saya tak mampu menghabiskannya.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.30, ketika saya kembali menanti angkutan. Aneh, semua angkutan L-300 penuh, saya mulai khawatir..sampai suatu ketika sy melihat sebuah bis. Bis itu berhenti u menurunkan penumpang, saya pun lsg naik ke bis tersebut. Wach…padatnya minta ampun, saya terpaksa harus berdiri selama 1 jam menuju suatu kota wisata yang terletak di pinggir Danau Toba. Jadi teringat, dulu waktu kuliah sering naik BIS damri, atau waktu cari kerja di kota besar jakarta, yang biasanya jarang sekali untuk dapat kursi.
Akhirnya saya tiba di parapat jam 1.30 siang, saya lsg mengambil sebuah angkutan menuju ke sebuah pelabuhan. Saya mulai khawatir karena ketika di pelabuhan, saya ketinggalan kapal. Saya mesti menuggu kapal berikutnya, yang akan berangkat pkl 2.00. Wach…..GAWATTTTTTTTTTTT saya tak akan dapat angkutan lagi ke kampungku [ dalam sehari hanya ada satu angkutan ke kampungku, pkl 3.30 ], jadi biasanya saya akan naik becak untuk menaiki bukit (dan ofcource biaya nya besar Rp.50.000], padahal untuk public Trans hanya 5000.
Dalam perjalanan, saya hanya dapat berdoa..semoga saya masih bisa memperoleh angkutan ke kampung. After that, saya menikmati perjalanan saya ke kampung. Gak peduli.., mau dapat angkot atau saya harus naik becak. Hehe….yang penting hidup harus dinikmati apalagi mumpung lagi sendiri.
Di perjalanan, saya memperhatikan pemandangan yang menyenangkan, tampak penduduk mulai bersiap-siap untuk menyiapkan lahan untuk bertani. Maklum musim hujan akan segera datang, itulah saatnya untuk menabur.
Tak terasa, sejak dari pelabuhan, saya sudah menghabiskan waktu 2 jam di perjalanan. Dan saya tiba disebuah simpang 3, tempat untuk menaiki angkutan ke kampung. Jam menunjukkan pukul 5.00 . Puji Tuhan, saya masih menemukan angkutan ke kampung. Kok aneh, pikir saya, biasanya khan sudah berangkat.
Setelah saya tanya2 kepada orang disekitar, saya dapat info kalau sekarang ada dua mobil ke kampung saya. Maklum traffic lagi padat, liburan sekolah. Jadi banyak perantau datang. Ooooo………..saya senang sekali…..
Menunggu pergi angkutan, saya mampir di kedai untuk minum secangkir kopi hangat. Ngobrol2 dengan orang di kedai :). Wach…Kabupaten Samosir, Pilkada, Jahe, itu adalah topik yang sedang hangat dibicarakan. Saya sempat beli sebungkus rokok untuk uda di kampung, "walaupun saya bukan perokok", namun itu sdh jadi kebiasaan, gak enak rasanya kalau gak bawa apa2.
Saya masih butuh waktu satu jam untuk bisa sampai ke kampung. Nampak gerimis ketika kami akan berangkat. Jalan yang tidak rata membuat perjalanan semakain menyenangkan, karena ada goyangan2, hehe….
Trus atap mobil yang bocor, membuat hati ini ingin ketawa….sampai kapan kampung ini akan trus begini, semoga pilkada kali ini sebagai awal untuk membuat kabupaten ini menjadi lebih baik. Akhirnya saya sampai di rumah nenek saya, dan akhirnya kami ngobrol sampai larut malam. Cerita ttg hal2 yang terjadi di kampung.
Saya tak pernah menyesali perjalanan2 yang saya tempuh, pada waktu yang lain saya akan menceritakan perjalanan saya mengelilingi pulai samosir dengan sebuuah Kereta (motor), pengalaman menarik karena ban kerete saya bocor dua kali. Namun di atas semuanya itu, saya merasakan dan memahami betul penjagaan dan perlindungan Tuhan dalam hidupku. Aku adalah orang yang haus akan tantangan, dan sesuatu yang baru.
Tuhan akan menyatakan kuasa-Nya ketika umat-Nya sedang mengusahakan sesuatu yang mustahil.